3.04.2008

Asrama Putra UIN Jakarta



Begini nasib jadi Mahsiswa........
apa dan bagaimanapun harus mandiri
Betul?????

Bukut Tinggi, Sumatara Barat


Minang kabau....Tanah nan den cinto
Pusako bundo nan dahulunya
Rumah gadang nan sembilan ruang
Rangkian bairiang dihalamannyo
Biloden kana...hati den taibo
Tabayang-bayang di pelupuak mato

Rihlah DPD Assalam Kab. Solok

Sangidun sedang menbarikan pengarahan
kepada aktivis dakwah sekolah kab solok sumatera barat,
Sari Manggis, 2004

Turun Lapangan


Mahasiswa Turun kelapangan!!!!!!..........
Ah...........itu sich teori.......
Tanyakan kenapa?????

Deklarator

Deklarasi Forkom Assalam Sumbar Se-Jabodetabe.
(Forum Kominikasi Assosiasi Pelajar Islam Sumatara Barat
Se-Jakarta, Bogot, Tanggerang, Bekasi)

Deklarasi PKS


Sangidun dan Ridwan Ali
Dektalarsi PKS DPW Sumatera Barat. 5 Oktober 2005

Rihlah


Rihlah ke II PKS, Desa Kumabara Utama
UPT III Sp IV. 2004

Iftor Jama`i Assalam sumbar


Deklarator, Pengurus serta Aktivis
Forkom Assalam sumbar Se-Jabodetabek,
dalam acara Iftor Jama`i di masji Jami`ah Lt III,
Kampus UIN Jakarta, Th. 2006

Aktivis Assalam Sumbar

Rifki, Sangidun, Khairunnas, dan dkk

Acara Silaturahmi Aktivic Forkom Assalam Sumbar Jebodetabek

UIN Jakarta, Tahun 2006

SMUN 9 Padang

Tasyakuran kenaikan kelas 2.10, SMUN 9 Padang. Th. 2003
berpisah bukannya bercerai

2.26.2008

Training Intisab HIMA PUI Jakarta


Training Intisab HIMA PUI Jakarta
Pesantren Nurul fiqri , Anyer provinsi. Banten

2.12.2008

HMB Vs KMSGD


Sangidun memberikan pengarahan kepada peserta
sebelum laga Final bola voli dalam festival Zapin Nusantara,
TMII, 15-21 April 2007

2.10.2008

Aksi damai



Sangidun sedang berorasi di depan gedung DPR/MPR dalam aksi damai
menentang perjanjian ekstadiri dan kerjasama pertahanan dan ke amanan Singapura-Indonesia,

Sangidun dalam acara pagelaran seni dan budaya melayu nusantar, TMII Tahun, 2007

2.06.2008


Sangidun sedang memberikan pengarahan kepada calon kader-kader Hima PUI Jakarta,dalam rangkaian acara training intisab 1 angkatan ke V, pegunungan Anyer, Prov. Banten

2.02.2008

2.01.2008

Nasehat orang Tua ku

Anakku,........
Sesuatu yang sederhana selalu mudah dipahami, mudah dikerjakan, mudah dibina, mudah dinikmati, mudah dijaga, mudah dirawat, mudah dibawa, mudah disimpan, mudah dikeluarkan, mudah dipindahkan dan segala kemudahan lain yang menyertainya. Kesederhanaan yang mendatangkan kemudahan ini tidak saja berlaku pada benda-benda, tetapi juga berlaku pada cara dan pola hidup kita.Dari pelajaran matematika, kita tahu bahwa orang yang pandai adalah dia yang dapat menyederhanakan persoalan matematis yang rumit sekaligus menerangkannya. Dari penalaran yang sama, maka orang-orang yang pandai adalah dia yang dapat menyederhanakan masalah-masalah hidupnya sekaligus dengan membantu orang-orang di sekitarnya untuk hidup sederhana.Pemimpin yang pandai adalah dia yang dapat menyederhanakan masalah orang-orang yang ada di bawahnya. Sebaliknya, pemimpin yang tidak dapat menyederhakan hidupnya sendiri atau malah bikin masalah sederhana menjadi rumit adalah orang yang sangat jauh untuk dapat dikatakan pandai. Padahal, padanan kata yang tepat untuk orang2 yang jauh dari sifat pandai adalah orang yang bodoh.

Inilah cerita dari kampungku

Petani Sawit Korban Rampok Masih keritis
KERINCI — Hingga Ahad (18/3) tiga korban perampokan dengan senjata tajam Karyono (40), Musthofa (26) danAbdul Aziz (18) masih dirawat intensif di RS Satya Insani Pangkalan Kerinci.Ketiganya merupakan korban aksi perampokan yang dilakukan oleh delapan orang pelaku dengan senjata clurit danberhasil membawa kabru uang kontan milik korban sebesar Rp 40 juta.
Korban Karyono terpaksa dioperasi untuk memperbaiki tulang bahunya yang patah akibat bacokan senjata tajampelaku, bagian kepala korban membentuk huruf T bekas sabitan clurit dan terpaksa dibungkus dengan perban.Sementara Musthofa keponakannya menderita luka bacok dipelipis kiri, tangan kanan serta punggung dengan luka
menganga. Sementara anak Karyono, Abdul Aziz hanya mengalami luka sayatan kecil dibagian tangannya.Kejadian naas yang menimpa keluarga petani SP IV Desa Kumbara Utama Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak
ini menurut Matjari (65) mertua Karyono terjadi sekira pukul 20.00 WIB Kamis (15/3) lalu. Ketika itu ketiga korban barusaja kembali dari transaksi menerima pembayaran penjualan kavlingan sawit milik Karyono kepada pembeli warga DesaBukit Agung.
Usai menerima uang penjualan kavlingan sawit, Karyono bersama anak dan keponakannya pulang menyusuri jalan
diantara pepohonan sawit menuju rumahnya di SP IV Desa Kumbara Utama. Namun belum lagi sampai di rumahnyadan berada ditempat sepi, ketiga korban yang mengendarai dua sepedamotor ini dihentikan oleh delapan pelakubersebo.Tanpa basa basi ditengah gelap diantara rerimbunan pohon sawit, pelaku langsung membacok membabi buta sambil
meminta uang yang disimpan Karyono di dalam jaketnya.Bacokan clurit empat pelaku layaknya orang kesurupan ini membuat Karyono tidak berdaya. Korban yang berada di
atas sepedamotor tidak berdaya menghadapi keroyokan pelaku yang bersenjata. Korban bersimbah darah, begitu pulaMusthofa. Bahkan helm yang digunakan untuk pelindung juga ikut hancur oleh bacokan senjata pelaku.Aksi beringas pelaku baru berhenti setelah mendapatkan uang kontan Rp 40 juta dari korban lalu meninggalkan korban
bersimbah darah. Anak korban, Abdul Aziz yang hanya mengalami luka ringan dengan susah payah lalu memintapertolongan ke rumah warga yang berjarak lebih kurang 500 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).(amr/rpg)




Selasa, 20 maret 2007